OYPMK dan Remaja Disabilitas Juga Memiliki Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi

OYPMK atau orang yang pernah menderita kusta dan keluarganya masih kerap mendapat diskriminasi dari masyarakat. Demikian juga halnya dengan remaja penyandang disabilitas. Kelompok masyarakat ini sering dianggap sepele dan diberikan hak-haknya.

Salah satu hak bagi OYPMK dan remaja disabilitas adalah hak untuk mendapatkan kesehatan seksual dan reproduksi sebagaimana manusia yang lainnya. Mereka dianggap tidak mampu untuk diajari tentang hak kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR) sehingga rentan mengalami pelecehan seksual.

Untuk itulah edukasi tentang hak tersebut terus perlu dilakukan secara masif agar menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Beberapa waktu lalu saya menyimak Edukasi Hak Kesehatan dan Reproduksi Bagi OYPMK dan Remaja Disabilitas di live webinar channel Youtube Berita KBR.

Hadir sebagai narasumber yakni Nona Ruhel Yabloy (Project Officer HKSR NLR Indonesia), Westiani Agustin (Founder Biyung Indonesia), dan Wihelimina Ice (Remaja Champion Program HKSR). Berikut beberapa poin pembahasanya.

Edukasi Hak Kesehatan dan Reproduksi
Edukasi Hak Kesehatan dan Reproduksi

Mengenal Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR)

Pada sesi pertama, Nona Ruhel Yabloy  menjelaskan tentang Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi atau HKSR perlu diketahui semua remaja, termasuk OYPMK dan remaja disabilitas, antara lain:

  1. Aspek tubuh terkait masa pubertas. Anggota tubuh mana saja yang mengalami perubahan dan bagaimana cara menyikapinya.
  2. Pengetahuan anggota tubuh yang boleh disentuh dan tidak disentuh oleh orang lain serta keberanian untuk speak up ketika mengalami pelecehan seksual.
  1. Menjaga kebersihan diri dan merawat tubuh, termasuk membersihkan diri saat menstruasi.
  2. Mengarahkan jika remaja mulai ingin menjalin hubungan dengan lawan jenis sampai dengan menikah.

Edukasi tentang HKSR ini dapat diberikan melalui oleh orang tua, keluarga, guru, serta fasilitator kesehatan. Hak kesehatan seksual juga terkait dengan persoalan tubuh kita sendiri dengan kondisi sosial, ekonomi, budaya dan masyarakat.

Related Post :  Hospital Tour dan Health Talk "Saraf Kejepit" di RS Premier Bintaro

Remaja OYPMK dan penyandang disabilitas memiliki hak untuk mengetahui bagaimana perkembangan seksualitas mereka, misalnya masa pubertas dan menstruasi. Tidak sedikit orang tua yang terkesan abai untuk menjelaskan perihal kesehatan seksual dan reproduksi anaknya menjelang masa pubertas.

Memahami HKSR yang dimiliki secara utuh bermanfaat untuk  mencegah terjadinya pelecehan seksual karena remaja mengetahui hak yang dimiliki. Pemahaman tentang HKSR perlu dimulai sejak dini, misalnya toilet training dan pengenalan anggota tubuh.

Terkait dengan HKSR, NLR Indonesia sebagai LSM yang fokus terhadap penanggulangan kusta membentuk My body is mine, yang merupakan edukasi terhadap OYPMK, remaja disabilitas, orang tua, serta pendamping di rumah.

Edukasi Hak Kesehatan dan Reproduksi
Edukasi Hak Kesehatan dan Reproduksi

Kiprah Biyung Indonesia

Pada sesi kedua, Westiani Agustin sebagai founder menjelaskan tentang kiprah Biyung Indonesia yang hadir sebagai upaya untuk mensejahterakan lingkungan dan pelestarian bumi. Biyung yang berarti ibu dalam Bahasa Jawa menggambarkan sumber kehidupan, sosok yg perlu dijaga dan dihormati.

Biyung Indonesia ini berawal pada penanganan isu konservasi alam dan perubahan lingkungan. Namun saat ini, mereka fokus pada lingkungan dan orang-orangnya di dalamnya. Termasuk adanya stigma bahwa perempuan adalah kontributor sampah terbesar di dunia.

Stigma tersebut mendorong Biyung Indonesia untuk fokus mengelola dan membuat produk yang bisa mengurangi sampah pembalut. Berbagai edukasi pun dilakukan, terutama pada kelompok perempuan yang kesulitan mengakses hak kesehatan seksual dan reproduksinya, termasuk OYPMK dan remaja disabilitas.

My Body is Mine

Sesi selanjutnya diampu oleh Wihelimina Ice yang bergabung di NLR Indonesia sejak tahun 2018. Beliau banyak terlibat dalam berbagai kegiatan di NLR. Berdasarkan pengalamannya, program HKSR ini sangat penting untuk mendapatkan materi dan informasi tentang HKSR bagi remaja disabilitas dan non disabilitas. Apalagi informasi dan edukasi tentang HKSR saat ini masih minim. Belum semua lapisan masyarakat bisa mengakses   pengetahuan terkait HKSR.

Related Post :  5 Cara Mengatasi Sesak Napas Saat Hamil, Bisa Dipraktikkan!

My body is mine merupakan project yang diinisiasi oleh NLR Indonesia dengan tujuan meningkatkan kapasitas kesadaran remaja disabilitas terhadap HKSR. Project ini mendorong tersedianya layanan kesehatan di Nusa Tenggara Timur.

Dalam kegiatan tersebut sebanyak 364 remaja belajar mengenai KHSR dimana 242 di antaranya remaja dengan disabilitas dan OYPMK. Wihelimina Ice merupakan peserta program My body is mine yang terpilih mewakili kelompok disabilitas untuk berbicara tentang HKSR dalam International Conference Indonesia Family Planning Reproductive Health (ICIPRH 2019).

Edukasi Hak Kesehatan dan Reproduksi

Edukasi tentang HKSR sangat penting bagi anak, termasuk OYPMK dan remaja disabilitas. Perlu dukungan semua pihak untuk melakukan pendekatan dan edukasi secara berkelanjutan terhadap anak, terutama orang-orang terdekat seperti orang tua dan guru. Mari sama-sama kita lebih peduli untuk memberikan hak kesehatan seksual dan reproduksi kepada sesama manusia, dimulai dari anak-anak sekitar kita.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.